Sukses CPNS 2019: Berangkat Tes pun, Aku Pinjam Uang Teman

shape image

Sukses CPNS 2019: Berangkat Tes pun, Aku Pinjam Uang Teman

Bismillahirrahmanirahim
Alhamdulillah setelah mengikuti tes CPNS tiga kali, akhirnya aku lolos CPNS tahun ini, 2019. 
Aku bekerja sebagai honorer guru di sekolah dasar dengan gaji mulai dari 150 ribu sampai  sekarang 700 ribu. setelah mengabdi selama enam tahun lamanya. Tentu nominal sedikit dan kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari kedua anakku. Tapi aku selalu bersyukur atas nikmat Alloh yang tidak pernah terputus. Dua kali gagal tes tak menyurutkan semangatku untuk tetap menggapai impian menjadi PNS.

Sampai akhirnya pembukaan CPNS 2019 dibuka bulan November 2019. Aku mulai belajar siang malam untuk menghadapi SKD dari aplikasi, YouTube, pelatihan offline. Aku begitu semangat karena yang mendaftar di SD yang aku lamar hanya lima orang berarti aku harus mengalahkan empat orang rivalku. Bulan Maret 2019 aku tes SKD di UNY Yogyakarta, jauh memang dan untuk transpot kesana aku harus pinjem uang sama temanku S satu sekolah, beliau salah satu orang yang berjasa dalam hidupku. Semoga keberkahan selalu menyertainya aamiin. 

Ujian SKD bulan Maret 2020 di ruangan selesai waktu habis muncul nilai aku dapat skor TKP 126 TWK 65 TIU 120 total 311, aku lulus passing grade dengan 2 nilai mentok PG dengan standar TKP 126 TWK 65 TIU 80. Keluar ruangan aku menangis sejadi jadinya aku bersyukur tapi sejujurnya aku kecewa karena nilai yang aku peroleh diluar ekspektasi, aku pikir kalau nilaiku sedikit aku harus berjuang lebih keras lagi saat SKB nanti.
Benar saja aku dapat rengking 3 SKD dengan skor rival 1 359 rival 2 345, aku harus mengejar 48 poin mengerjakan soal harus benar 8 nomor diatas rival 1. Bingung saat itu, dengan ibu dan suami yang berharap banyak aku bisa lolos. Dalam hati apa aku bisa, apa aku sanggup, aku harus belajar apa, mulai dari mana nilaiku jauh dibawah rival.
Sampai Alloh takdirkan aku bertemu ustadz Ubay pemilik bimbel Ubay channel di telegram, aku chat dia tentang kebingungan ku ini, dan kata kata yang menguatkanku yaitu "Semangat mba, ada Alloh libatin Alloh, andelin Alloh, jangankan terpaut 48 poin, 100 pun pasti bisa"

Kata kata itu yang menguatkanku, dan menambah keyakinanku pada Alloh sampai detik ini. Aku mulai belajar bersama teman teman grup telegram se Indonesia dengan bimbingan ustadz  Ubay sampai kurang lebih 6 bulan lamanya, setiap materi selalu dibahas tuntas dan selalu ada evaluasi nya, yang lebih menarik lagi direngking yang membuat adrenalin bersaingku muncul sehingga aku menjadi rajin, dengan metode belajar kekinian yang kalau aku boleh bilang lebih dari dosenku dulu saat kuliah, maklum saja ustadz  Ubay itu juga lulusan S2 beasiswa.

Setiap akan memulai mengajar ustadz Ubay tak pernah lupa memimpin berdoa dulu, karena nomor satu mencari ridho itu Alloh yang kedua baru ikhtiar belajar. Aku juga belajar bersama teman sama sama guru honorer yang kebetulan satu grup bimbel Ubay tiga orang, hampir setiap hari, dengan belajar bersama kami bisa bertukar pikiran kalau ada materi yang belum faham. Tiba saatnya ujian SKB 11 September 2020, tiga hari sebelum tes entah kenapa air mata ini tak ada hentinya menangis apalagi ketika solat tahajud aku terbayang selalu wajah ibuku, anak anakku suami besar harapan mereka padaku agar aku lulus.

Ujian SKB di Jogja lagi, kali ini Alhamdulillah aku ada ongkos buat trevel dan hotel dari hasil menyisihkan gaji honor, sebelum berangkat ke Jogja aku sedekah yang nominalnya bagiku cukup banyak akupun baru pertama kali sedekah sebanyak itu. Di hotel aku cuma tidur sebentar, aku bangun jam dua pagi solat tahajud lanjut baca sholawat sampai subuh baca Alquran belajar lagi baca materi di telegram, mandi sarapan bawa bekal dari rumah untuk menghemat uang, lanjut solat Dhuha aku baca Alquran lagi surat Yasin, Al waqiah Ar Rahman sambil berlinang air mata. Karena tes hari itu bertepatan hari Jumat aku dapat jadwal jam 1 setelah solat Jumat aku manfaatkan waktu untuk belajar di telegram lagi.

Jam 12 kami nunggu teman satu trevel solat Jumat di SD deket tempat tes, setelah itu aku solat dhuhur lanjut solat sunat mutlak dua  rakaat agar hati makin tenang dan minta agar nanti saat mengerjakan tes diberi kemudahan. Masuk halaman gedung UNY karena sedang pandemi kami harus patuhi protokol kesehatan, nunggu di ruang sterilisasi satu jam mulut ini tak henti baca sholawat, saat itu aku masih menjaga wudhu karena agak ragu takut wudhu batal khawatir tadi bertemu banyak orang aku kebelakang ambil air wudhu, tidak janjian sebelumnya disana sudah ada temen deketku Zulehatun dan Prima, 
sedikit malu bertemu mereka karena kita sama-sama sedang dzikir dan mata merah karena nangis. Kami bertiga wudhu dan berdoa bareng sambil berpelukan, Zulehatun yang mimpin yang masih mampu berkata kata karena aku dan Prima tak kuasa menahan tangis berdebar antara berharap dan khawatir. Kami bertiga berdoa sembari berpelukan menangis membaca takbir, kemudian bergegas menuju ruang tes.

Di dalam ruangan Alhamdulillah aku dapat soal yang lumayan mudah, lebih mudah dari waktu belajar bersama ustadz Ubay. Satu persatu soal aku kerjakan hingga selesai waktu tersisa 20 menit aku gunakan untuk berdoa sambil menangis, doanya seperti ini "Ya Alloh berilah nilai 8 nomor lebih banyak dari rivalku, berat sekali beban dipundakku aku punya ibu, suami, anak, ibu mertua yang mereka semua harus aku bahagiakan, jangan kecewakan mereka ya Allah. Tapi jika rivalku memang lebih baik dan aku harus kalah maka berilah aku keikhlasan ya Allah aamiin". Klik selesai ujian muncul nilai 320, aku bahagia tapi aku masih terdiam sambil berjalan keluar ruangan, dalam benakku aku nilainya tinggi tapi aku belum tau nilai rivalku berapa, apa aku lolos ya Alloh.

 Diluar ruangan sudah sore jam 4 dengan cuaca saat itu cerah sekali, kujumpai teman temanku tersenyum bahagia karena sudah tau nilai rivalnya dan mereka lolos. Sedangkan aku belum tahu nilai rivalku. Mobil trevel datang, di dalam mobil teman satu trevel lagi sibuk nyari nilai rivalnya masing-masing yang ditampilkan live via YouTube, ada yang lolos tertawa tawa namun ada yang tidak lolos. Sambil duduk tenang aku siapkan hati menyaksikan sendiri berapa nilai rival, jantungku kala itu berdebar kencang sekali belum pernah seumur hidupku merasakan deg degan sekencang itu, tapi disitulah masa depanku aku yakin Alloh tidak akan mengecewakan aku. Belum nemu juga nama rivalku tiba tiba temanku Janah mengucapkan selamat kalau aku lolos dengan mengirimkan screenshot nilai rival rivalku. Rival 1 nilai 240, rival 2 210, aku bahagia sekali waktu itu, aku minta 8 nomor diatas rival Alloh beri aku 16 nomor diatas rival. Sampai pengumuman resmi tanggal 30 Oktober 2020 namaku di urutan pertama, dan berarti sudah resmi kelulusanku. Yang lebih membahagiakan lagi teman belajar bareng, teman dekat semua lulus
Terimakasih ya Allah atas kesempatan yang diberikan aku bisa menggapai cita cita menjadi PNS, terimakasih ustad Ubay atas bimbingan dan motivasinya,orangtua, suami, sahabat yang sudah mendoakan, semoga aku bisa menjadi PNS yang bertakwa aamiin.

===============================

©Copyright 

Tulisan ini merupakan Hak Cipta www.ubaybimbel.com

diperkenankan untuk membagikan, dengan syarat : 

  1. Tidak mengubah sedikitpun, 
  2. Mencantumkan link/sumber kami
  3. Harus ada ijin tertulis, jika ingin dimuat di media komersil

===============================

Untuk Informasi atau Registrasi Ubay Bimbel <klik di sini>

© Copyright 2020 Ubay Bimbel || Bimbel CPNS & PPPK